ORI dan Gunting Sjafruddin berada dalam sistem yang berbeda
Museum Bank Indonesia mencatat ORI mulai diedarkan pada Oktober 1946 sebagai alat perjuangan dan simbol kedaulatan. Di berbagai daerah juga beredar ORIDA karena kondisi komunikasi dan keamanan.
Pada Maret 1950, kebijakan yang dikenal sebagai Gunting Sjafruddin memotong uang kertas tertentu bernilai di atas 2,50 gulden. Peristiwa ini tidak dapat diringkas sebagai inflasi tahunan biasa; jenis uang dan ketentuan kebijakannya harus diketahui terlebih dahulu.
- Identifikasi nama mata uang dan wilayah peredarannya
- Catat tanggal, bukan hanya dekade
- Bedakan perubahan satuan uang dari perubahan harga barang
Redenominasi 1965: Rp1 baru = Rp1.000 lama
Bank Indonesia menjelaskan bahwa Penetapan Presiden No. 27/1965 menerbitkan Rupiah baru, dengan perbandingan Rp1 baru sama dengan Rp1.000 lama. Secara nominal, Rp10.000 lama setara dengan Rp10 baru.
Rasio ini menjelaskan perubahan nominal, bukan seluruh ketentuan penukaran pada waktu itu, dan tidak mengatakan berapa nilainya dalam harga sekarang. Tahun tersebut juga berada dalam masa hiperinflasi; mencampurkan penghapusan tiga nol dengan kenaikan harga akan menghasilkan hitungan ganda atau salah arah.
| Nominal Rupiah lama | Nominal Rupiah baru 1965 | Status |
|---|---|---|
| Rp1.000 lama | Rp1 baru | Kesetaraan nominal resmi |
| Rp10.000 lama | Rp10 baru | Belum menjadi nilai hari ini |
| Rp100.000 lama | Rp100 baru | Belum menjadi harga koleksi |
Untuk jumlah sejak 1970, lanjutkan ke kalkulator
Kalkulator dimulai pada 1970. Untuk 1946, 1950, atau 1965, pahami dulu jenis uang dan perubahan satuannya, lalu bandingkan upah atau harga barang dari masa tersebut.
Tautan 1970 hanya membuka contoh jumlah yang dapat dipilih di kalkulator. Hasilnya bukan nilai otomatis untuk ORI atau Rupiah lama.